150 Warga Binaan Lapas Meulaboh Ikuti Sosialisasi Pemilu

Meulaboh, Aceh – Sebanyak 150 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengikuti sosialisasi pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Kepala Lapas Kelas IIB Meulaboh Jumadi, di Meulaboh, Senin, mengatakan, melalui kegiatan sosialisasi bertema “Memilih Itu Juara” tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada hari pencoblosan 17 April 2019.

“Walaupun saudara-saudara sekalian kami bina, tapi tidak ada intervensi dari kami mau memilih siapa calon pemimpin pada Pemilu 2019. Jika tidak paham, silakan ditanya kepada penyelengggara yang hadir bersama kita di sini,” katanya.

Kegiatan tersebut diselenggarakan kerja sama Komisi Independen Pemilihan (KIP), Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) serta Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP-RRI) Meulaboh, di dalam mushola Lapas Meulaboh.

Jumadi menjelaskan, Lapas Meulaboh dihuni 570 orang warga binaan, peserta yang ikut hanya perwakilan sebagai perpanjangan tangan kepada rekan mereka yang dalam satu ruang tahanan, mereka yang hadir adalah ketua ruang.

Pihak KIP atau KPU Aceh Barat, menjelaskan cara memilih yang benar melalui pengenalan surat suara, sebab pada Pemilu 2019 ini ada lima jenis warna kertas suara yang akan dibagikan saat hari pemungutan suara nantinya.

Komisioner KIP Aceh Barat, Basri menjelaskan, pada prinsipnya semua warga negara berhak memberikan suaranya pada pemilu, tidak terkecuali bagi warga binaan yang menghuni rumah tahanan, namun ada prosedur yang mesti dilengkapi.

“Apalagi di sini, banyak warga yang berasal dari berbagai daerah dan bukan dari TPS di desa setempat, karena itu butuh surat A5 yang nantinya diberikan atau dapat diperoleh dari kami pihak penyelenggara,” katanya.

Pihaknya juga mengingatkan seluruh warga binaan Lapas Meulaboh yang nantinya mengikuti pemilihan, untuk cermat dalam melihat calon yang akan dicoblos pada surat suara, karena pada Pemilu 2019 akan ada lima warna surat suara diberikan di TPS.?

“Jadi harus bisa diperhatikan dengan baik lembar surat suaranya, karena ada lima warna sesuai dengan daftar calon. Cara menyoblos juga harus benar, jangan sampai terjadi rusak surat suara dan membuat tidak dihitung,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Panwaslih/Bawaslu Aceh Barat Romi Juliansyah, meminta warga binaan juga memilih calon pemimpin atau wakil rakyat yang memiliki visi misi yang baik untuk membangun ekonomi, sosial, kesehatan dan pendidikan.

“Jangan pilih orang yang membayar anda untuk satu suara, sebab itu awal yang tidak baik. Tugas kami, mengawasi pelanggaran seperti politik uang, atau ada pihak yang menjelekkan orang lain. Orang yang suka menjelekkan orang lain biasanya dia paling buruk,” tegasnya (Ant)