Bupati Ramli Minta Wartawan Independen Ketika Menulis Berita

Meulaboh, Aceh – Bupati Aceh Barat H Ramli MS meminta kepada seluruh pekerja pers yang bertugas di kabupaten setempat, agar tetap independen ketika menulis berita untuk disampaikan ke publik.

Sehingga setiap karya jurnalistik yang disajikan ke masyarakat, diharapkan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan faktanya secara utuh serta terhindar dari politisasi.

Bupati Ramli ikut mengomentari jembatan seutas tali di Sikundo, kawasan pedalaman Aceh Barat yang berada di Kecamatan Pante Ceureumen, yang diberitakan tak pernah tersentuh pembangunan dari pemerintah.

Hal ini juga telah mendapatkan kritikan dari Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah terkait pemberitaan jembatan itu.

“Saya meminta setiap berita yang disajikan berimbang, tidak menyembunyikan fakta yang ada,” kata Bupati Ramli MS kepada Antara, Jumat (8/2).

Selama ini, kata Ramli, pemerintah daerah sangat mendukung penuh tugas jurnalistik dalam melaksanakan tugasnya, untuk menyajikan aneka informasi ke masyarakat.

Namun dengan adanya pemberitaan di Sikundo, Pante Ceureumen, Aceh Barat yang menyebut tak tersentuh pembangunan, hal ini diduga keliru dan patut dipertanyakan.

Selama ini, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi telah melakukan aneka pembangunan di kawasan pedalaman Aceh Barat, dan saat ini masih terus dilakukan.

Namun dengan adanya pemberitaan yang menyebutkan kawasan pedalaman di Aceh Barat tak tersentuh pembangunan, ia justru mempertanyakan hal tersebut.

“Ini saya yang heran, pembangunan ada tapi malah disebutkan tak ada, ini yang membuat saya bertanya-tanya mengapa hal seperti ini bisa terjadi,” tambahnya.

Bupati Ramli MS berharap kepada setiap jurnalis yang menyajikan berita ke masyarakat, agar melakukan upaya konfirmasi atau memberikan hak jawab sebelum sebuah pemberitaan diberitakan di media massa.

Hal ini diperlukan agar setiap pemberitaan betul-betul sesuai dengan fakta, berimbang serta tak ada pihak yang dirugikan.

“Kalau melakukan konfirmasi setelah berita dimuat itu kan tidak adil, tidak berimbang jadinya. Karena sudah duluan tersebar di masyarakat informasi yang belum tentu kebenarannya,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan netralitas jurnalis yang meliput berita jembatan di kawasan Sikundo, Pante Ceureumen, yang menurutnya belum menyebutkan fakta yang menyeluruh dan fakta yang sebenarnya.

“Saya minta rekan media harus netral dalam menulis berita, jangan ada kesan dipolitisir. Wartawan kan harus jujur, tidak boleh bohong dan tidak boleh memberitakan yang tak sesuai fakta, atau menyembunyikan fakta,” tutupnya. (Ant)